LSM Amarta Mendesak Pembesar di Pemkab Purwakarta Purwakarta Untuk Bayar Hutang kepada Pihak Ketiga

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

PURWAKARTA-LSM Amarta mendesak pembesar yang pernah berkuasa di Pemkab Purwakarta baik itu yang sekarang maupun terdahulu untuk menyelesaikan hutang dalam bentuk uang cash kepada pihak ketiga sebagai wujud tanggung jawabnya.
“Jangan sampai hutang kepada pihak ketiga diluar hutang kegiatan ini yang menjadi korban para staf, sedangkan uang pinjaman kepada pihak ketiga itu yang menikmatinya hanya para pembesar saja,” kata Ketua LSM Amarta, Tarman Sonjaya ketika dihubungi seputarpurwasuka, Minggu (18/4/2021).
Dijelaskan, pihaknya mendapatkan informasi adanya mantan bendahara di Bagian Umum Setda Purwakarta yang akan menjual tanah pribadinya guna menutupi hutangnya kepada pihak ketiga, padahal menurut pengakuannya hutang dalam bentuk uang cash kepada pihak ketiga itu karena pembesar saat itu memerlukan uang cash untuk melaksanakan suatu kegiatan.
“Ini berarti pegawai level bawah yang menjadi korban padahal uang pinjaman itu dinikmati pembesar di Pemkab Purwakarta. Dikemanakan hati nurani pembesar maupun eks pembesar, masihkah tuan-tuan memiliki hati nurani ?,” ujar Tarman berpuisi.
Menjawab pertanyaan, Tarman Sonjaya mengaku sanksi, apakah hutang diluar kegiatan ini bisa diselesaikan secara adminitrasi oleh rezim sekarang ?.
“Ini akan menjadi masalah hukum kalau sampai dibebankan kepada APBD Purwakarta. Solusinya, duduk bersama antara semua pihak ketiga yang sudah meminjamkan uang untuk kebutuhan pembesar melalui bagian umum dengan stakeholder yang ada. Jangan sampai masalah ini berlarut-larut dan harap diingat hutang itu dibawa sampai mati,” jelasnya.
Seperti diberitakan, LSM Amarta menilai masalah hutang Pemkab Purwakarta terhadap para pengusaha harus dinilai secara manusiawi. Pasalnya, uang yang dipakai pengusaha untuk investasi atau membantu kegiatan operasional Pemkab Purwakarta terutama pucuk pimpinan tertinggi bukan uang yang bisa begitu saja dipetik dari pohon tapi uang itu hasil jerih keringat para pengusaha, apalagi para pengusaha itu orang Purwakarta dan ber-KTP Purwakarta.
Demikian disampaikan Ketua LSM Amarta Tarman Sonjaya kepada seputarpurwasuka, beberapa waktu lalu
menanggapi masalah hutang Pemkab Purwakarta kepada para pengusaha yang mencapai milirian rupiah.
Menurutnya, libido politik penguasa yang dulu begitu tingga sehingga memerlukan biaya politik yang besar pula.
“Ya untuk menutupi biaya politiknya tersebut terpaksa memerintahkan anak buahnya mencari dana dan ujungnya lari kepada para pengusaha yang memunyai duit,” kata Tarman Sonjaya.
Dia menambahkan, hutang Pemkab Purwakarta terhadap para pengusaha melalui bagia umum Setda Purwakarta harus diselesaikan dan merupakan kewajiban bagian umum terutama Kepala Bagian Umum Setda Purwakarta untuk membereskannya.
“Jangan dijadikan alasan bahwa hutang itu terjadi saat Kabag Umum dipegang oleh yang lain tapi begitu menjabat sebagai pejabat baru seolah-olah melepaskan tanggung jawabnya,” jelasnya. (TI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *