Anggota DPRD yang Hadir di Acara Kirab Budaya di Subang Harus Dipanggil Badan Kehormatan DPRD Purwakarta

 

PURWAKARTA-Para anggota DPRD Purwakarta yang mangkir pada agenda kegiatan pemerintahan Kabupaten Purwakarta namun mereka justru datang ke acara lain patut dipanggil oleh badan kehormatan DPRD Purwakarta. Para anggota dewan yang “nyeleneh” tersebut layak mendapat bimbingan dan pendidikan masalah Pemerintahan daerah.
Hal tersebut disampaikan Ketua Pusat Pengkajian Pembangunan Purwakarta (KP4) Budi Pratama ketika dihubungi seputarpurwasuka, Minggu (24/7/2022).
Menurutnya, para anggota dewan yang mangkir tersebut setidaknya harus mendapatkan pelatihan masalah bela negara dan bimbingan hukum tentang kepemerintahan daerah.
“Masa anggota dewan tidak bisa membedakan mana acara yang bersifat kenegaraan dengan kegiatan lain di luar Pemkab Purwakarta,” kata Budi Pratama.
Sebelumnya, pada agenda kegiatan rapat paripurna hari jadi dari 45 dewan yang ada di DPRD Purwakarta hanya 24 anggota yang hadir.
Sehari kemudian, pada acara rapat paripurna pembahasan rencana peraturan daerah (Raperda) anggota dewan yang hadir hanya 13 orang.
Spontan acara tersebut dibatalkan karena jumlah anggota dewan yang hadir dibawah quorum.
Namun, ketika acara Kirab budaya di Lembur Pakuan di Desa Sukadaya Subang yang diinisiasi mantan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, para anggota dewan yang mangkir di dua acara rapat paripurna justru hadir di Lembur Pakuan.
Seperti diberitakan harian ini, aksi “sabotase” mewarnai peringatan hari jadi Purwakarta ke 191 dan hari jadi Kabupaten Purwakarta ke 54. Momentum menyebotase dilakukan terhadap dua agenda yaitu rapat parpurna hari jadi dan pembahasan rapat peraturan daerah (Raperda). Anggota dewan yang tidak hadir diminta oleh orang berpengaruh agar tidak menghadiri dua agenda rapat paripurna tersebut. (TI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.