YN dan 2 Rekannya Yang Diduga Menyalahgunakan Narkoba, Digiring Ke BNN Karawang, Ini Kata Kapolres Purwakarta

PURWAKARTA – Tindak lanjut penangkapan 3 orang diduga melakukan penyalahgunaan Narkoba jenis Sabu, Satres Narkoba Polres Purwakarta Menggiring Anggota DPRD Purwakarta berinisial YN (39) bersama kedua rekannya LA dan WW untuk menjalani pemerikasaan baik medis atau non medis (assesmen) di Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Karawang, Rabu, 3 Agustus 2022, dimana proses asemen itu akan menentukan apakah ketiga orang tersebut bisa menjalani proses rehabilitasi atas penyalahgunaan narkoba yang mereka lakukan.

“Hari ini ketiga orang tersebut dibawa oleh penyidik Satres Narkoba Polres Purwakarta untuk dilakukan asesmen di BNN atau BNNK Karawang, ” ucap Kapolres Purwakarta, AKBP Edwar Zulkarnain yang akrab disapa Edwar itu didampingi Wakapolres Purwakarta, Kompol Rizaldi Satriya Wibowo dan Kasatres Narkoba, AKP Budi Suheri.

Nantinya, sambung Edwar, hasil assessment atau penilaian yang dilakukan BNNK Karawang akan menjadi acuan tim penyidik Polres Purwakarta untuk langkah ke depan, apakah YN beserta dua rekannya hanya akan menjalani rehabilitasi atau ada temuan lain.

“Berdasarkan bukti yang kita miliki saat ini, ketiganya kita duga sebagai penyalahguna Narkoba. Untuk lebih menguatkan maka kita berkoordinasi dengan BNNK Karawang dan dilakukan assessment, nantinya BNNK Karawang dari hasil assessment tersebut akan ditentukan, ketiga orang tersebut masuk dalam pengedar ataupun korban penyalahgunaan Narkoba,”Ujar Edwar.

Kapolres menjelaskan, memang tidak semua kasus penyalahgunaan Narkoba dipidana. Berdasarkan Pasal 54 UU No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, bahwa pecandu Narkotika dan korban penyalahgunaan Narkotika wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

Prosedur assessment ini, kata Edwar, menjadi kewenangan BNNK Karawang. “Bukan kita yang menentukan, namun tim dari BNNK Karawang yang memutuskan apakah layak atau tidak untuk diproses penyidikan lebih lanjut,” tambah Edwar

Kapolres menegaskan, pemeriksaan ini bukan merupakan pelimpahan namun pemeriksaan lanjutan atau assessment. Di sana ketiganya akan diperiksa oleh tim ahli baik medis maupun non medis yang membidangi di bidang kenarkotikaan.

“Ketiganya dilakukan assessment untuk memastikan ada atau tidaknya keterlibatan mereka dalam jaringan Narkoba. Ini berlaku bukan hanya untuk figur publik tapi seluruh pengguna atau penyalahguna Narkoba. Termasuk bagi mereka yang hanya mencoba pakai, (untuk) rekreasional, maupun pecandu,” Pungkas Edwar.
(01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.