PT SPV Lenzing Merumahkan 300 Karyawannya

PURWAKARTA-Ratusan karyawan PT South Fasific Viscose (PT SPV) Lenzing dirumahkan terkait situasi ekonomi yang melanda dunia sekarang ini. Meskipun tidak sampai di PHK, para karyawan terpaksa dirumahkan sambil menunggu adanya perubahan situasi ekonomi.

Salah seorang karyawan PT SPV membenarkanya sejak bulan kemarin, sekitar 300 karyawan di bagian produksi terpaksa dirumahkan sehubungan dengan menurunnya order produksi serat nilon.
Dijelaskan, sekarang ini dari lima mesin produksi benang rayon yang ada hanya satu mesin saja yang beroperasi.
“Mungkin karena menurunnya order maka perusahaan mengeluarkan kebijakan merumahkan sebagian pegawainya,” ujar seorang pegawai yang enggan disebutkan namanya.
Namun demikian, kata pegawai tersebut, kebijakan merumahkan karyawan PT SPV hanya bersifat sementara karena para karyawan sudah memperoleh informasi bahwa bulan depan kembali akan masuk kerja.
Informasi yang dihimpun menyebutkan situasi ekonomi dunia yang tengah memburuk juga berdampak kepada perusahaan PT Indobharat Rayon (PT IBR) yang juga mengeluarkan kebijakan merumahkan sebagian pegawainya.
Ketua Asosiasi Perusahaan Indonesia (Apindo) Purwakarta Gatot Prasetyoko membenarkan adanya laporan kalau ada sejumlah pegawai di PT SPV yang dirumahkan.
Menurutnya, adanya kebijakan merumahkan karyawan tidak terlepas dari situasi ekonomi dunia yang tengah memburuk.
Selain itu, sekarang ini banyak juga perusahaan sejenis yang memproduksi serat nilon sehingga berdampak kepada PT SPV.
Ketua Apindo Purwakarta menambahkan kalau laporan merumahkan karyawan ini baru PT SPV, sedangkan PT IBR belum masuk laporannya ke Apindo.
Sementara itu, Corporate Affairs Manager PT SPV Sigit Indrayana ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp enggan memberikan balasan. Demikian pula, Manager HRD PT SPV Deden juga tidak memberikan jawaban. (TI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *